Buku : TV Programming News & Entertainment
Risma Rahmania
TV Programming
Smt 4
Penulis : Haronas Kutanto, S.PT., M.I.
dan Yousep Eka Apriandi, M.I.Kom
Penerbit : Andi Publisher, tahun 2019
BAB 3
Perencanaan, Perancangan, dan Analisis Program TV
A.
Kategori
Program
Setiap lembaga penyiaran tentunya memiliki tujuan yang
berbeda, tergantung dari bentuk lembaga penyiaran itu sendiri. Kita dapat
melihat tujuan lembaga penyiaran tersebut dari orientasi dan bentuk korporasi
mereka terhadap tujuan itu sendiri.
Istilah progam dalam industri televisi adalah acara yang
di dalamnya adalah jadwal atau perencanaan untuk ditindaklanjuti dengan
penyusunan butir siaran yang berlangsung sepanjang siaran itu berada di udara.
Secara teknis penyiaran telvisi, program televisi (Television Programming)
diartikan sebagai penjadwalan atau perencanaan jadwal televisi dari hari ke
hari (Horizontal Programming) dari jam ke jam (Vertical Programming)
setiap harinya.
Stasiun televisi menyajikan berbagai jenis program yang
jumlah dan jenisnya sangat beragam untuk setiap slot waktu. Setiap program
memiliki karakter waktunya sendiri, yaitu penempatan atau pengalokasian waktu
siaran. Hal yang harus diperhatikan adalah sisi programatik dan sisi penonton
atau sasaran program. Programatik berkaitan dengan kesesuaian alokasi program
dalam jadwal siaran, sedangkan sisi penonton berhubungan dengan aspek
geokultural sasaran prorgram yang tersebar di seluruh negeri dengan tradisi
yang berlainan.
Perencanaan program penyiaran mencakup mempersiapkan
rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang yang memungkinkan untuk
mendapatkan tujuan program dan keuangannya. Pada televisi, perencanaan program
diarahkan pada produksi progam, yaitu program apa yang akan diproduksi, yang
akan dibeli (akusisi), dan penjadwalan program untuk menarik banyak audiens
paada waktu tertentu.
Programming dapat didefiniskan sebagai suatu kegiatan menyusun
program-program secara sistematis dan terjadwal untuk terselenggaranya siaran
televisi. Penyusunan program dapat dilakukan berdasarkan Harian (Daily),
Minggua (Weekly), Bulanan (Monthly), bahkan Tahunan (Yearly).
Sehingga programming bagi Effendt adalah pendistribusian waktu siaran
atau penataan acara siaran.
1.
Program
Daily
Program daily adalah program yang disiarkan setiap
harinya setiap Senin-Minggu. Program daily bersifat fleksibel yang mudah
dimengerti audiens, materi dalam program daily akan menjadi perhitungan
presentase siaran agar memenuhi standar yang ditetapkan visi dan misi stasiun
televisi. Istilah penayangan setiap hari ini dinamakan striping.
Keuntungan program daily :
·
Program
news atau infotainment bisa mengulang materi dalam sehari setiap
harinya selama masih layak untuk disiarkan.
·
Program
daily tidak mengharuskan tayangan format live tapi bisa dilakukan
dengan tapping.
·
Dari
segi pascaproduksi, dalam hal ini news, editing tidak perlu semenarik
program-program yang tayang weekly ataupun monthly.
Penyajian program setiap stasiun televisi sebagai ajang
gengsi untuk menentukan program siapa yang lebih unggul dalam format dan tujuan
yang sama adalah tidak lain untuk menjadi program pesaing agar program daily
yang sama tidak menguasai keseluruhan pasar penonton dari program TV. Dari
situlah setiap program acara televisi mempunyai strategi dalam menyajikan
sebuah programnya kepada khalayak.
2.
Program
Weekly
Program weekly ditayangkan dalam kurun waktu
mingguan (bukan merupakan program acara yang ditayangkan setiap hari). Program weekly
bisa tayang satu hingga dua kali dalam seminggu, tetapi tidak selalu tayang
pada hari Sabtu-Minggu. Program weekly dapat tayang tidak terbatas pada
hari atau waktu panayangannya.
Keuntungan porgram weekly :
a.
Produksi
Waktu produksi lebih fleksibel karena hanya tayang
beberapa kali dalam seminggu. Untuk acara yang pengambilan gambarnya mamakan
waktu dan lokasi dapat direncanakan jauh lebih baik. Dari segi editing,
lebih matang dilihat dari segi waktunya yang lebih matang.
b.
Pemasaran
Keuntungan
dari segi pemasarannya, program weekly ini dapat diiklankan di berbagai
media lain sebelum waktu penayangan tiba. Dengan usaha tersebut diharapkan
dapat mencakup audiens yang banyak.
c.
Peminat
Program
weekly yang hanya tayang beberapa kali dalam seminggu mayoritasnya memiliki
peminat tersendiri. Penonton cenderung jadi menunggu jam tayang yang disukainya
karena hanya tayangan beberapa kali.
3.
Program
Monthly
Program montly adalah suatu program cara baik
elektronik atau cetak yang ditayangkan atau ditampilkan dalam beberapa bulan
sekali. Tujuannya agar penonton tidak bosan dengan program yang tayang setiap
harinya, serta menjadikan program acara ini jadi lebih matang karena pengerjaan
waktunya lebih banyak.
Kegiatan dalam programming untuk program monthly
sendiri pun meliputi sebagai pengkajian dan pemantauan dengan kecenderungan
masyrakat dan kompetitor serta mengelola persaingan, penyusunan, pola acara dan
kriteria acara, penetapan sumber program, pengembangan program, penyusunan rundown,
persetujuan produksi serta penilaian bahan siaran dan memantau program. Seperti
dijelaskan di atas, program monthly perlu melakukan riset yang sangat
mendalam.
a.
Riset
Penyiaran
Riset
penyiaran terbagi atas riset rating dan riset non-rating. Riset rating adalah
upaya untuk mengetahui respons audiens terhadap program yang sudah disiarkan,
sedangkan riset non-rating adalah riset untuk mengetahui prospek suatu program
yang akan disiarkan.
b.
Riset
Sistematis
Pengelola
stasiun penyiaran membutuhkan umpan balik yang objektif, konsisten, dan lengkap
yang diperoleh dengan melakukan riset secara sistematis.
c.
Riset
Rating
Rating
hal yang penting karena pemasangan iklan selalu mencari stasiun penyiaran atau
program siaran yang paling banyak ditonton atau didengar orang. Rating menjadi
indikator apakah program itu memiliki audiens atau tidak.
Keuntungan program monthly :
- Keuntungan yang didapat cukup besar, dengan jangka waktu cukup lama acara tersebut dipromosikan di akhir suatu acara yang membuat audiens tertarik. Semakin banyak audiens, semakin banyak pula pemasang iklan.
- Banyak penonton, penonton akan tertarik dengan acara tersebut karena acara ini tayang dalam selang waktu yang panjang.
- Proses
produksi lebih matang.
B.
Karakteristik
Program Televisi
Terdapat empat hal yang mendasari karakteristik suatu
program televisi, yaitu :
1. Product, berhubungan dengan materi program yang dipilih harus
bagus dan bisa menarik penonton. Untuk itu televisi komersial banyak mengangkat
materi yang untuk, sesansional atau yang sedang tren di masyarakat.
2. Price, yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi
atau membeli program, sekaligus menentukan tarif bagi pemasangan iklan.
3.
Place, yaitu ada waktu siaran yang sekiranya tepat untuk
program tersebut.
4. Promotion, yaitu bagaimana memperkenalkan kemudian menjual acara
itu, sehingga dapat mendatangkan iklan atau sponsor.
Potensi lain yang menjadi karakteristik televisi adalah
kemampuan untuk menayangkan berbagai objek yang abstrak, banyak yang berbahaya
atau tidak, objek yang ditayangkan televisi dapat dimanfaatkan masyarakat pada
saat yang bersamaan secara serempak dan meluas. Setiap jenis media massa
memiliki karakteristik, baik secara fisik maupun dampak yang diakibatkannya.
Berikut ini karakter progrsm televisi :
1.
Bersifat
Satu Arah
Kita
tidak menyela saat siaran suatu acara ditayangkan. Namun, menurut teori
komunikasi massa, kita sebagai khalayak televisi bersifat aktif dan selektif.
Meski besifat satu arah, tidak berati kita pasif. Kita aktif mencari acar yang
kita inginkan. Kita seletif untuk tidak menonton semua acara yang ditayangkan.
2.
Bersifat
Terbuka
Televisi
ditunjukan kepada masyarakat secara terbuka ke berbagai tempat yang dapat
dijangkau oleh daya pancar siarannya. Artinya, ketika siaran televisi
mengudara, tidak ada lagi yang disebut pembataan letak geografis, usia
biologis, dan tingkatan akademis khalayak. Siapun dapat mengakses siaran
televisi.
3.
Publik
Tersebar
Khalayak
televisi tidak berada di suatu wilayah, tetapi tersebar di berbagai wilayah
dalam lingkup lokal, regional, nasional, bahkan internasional.
4.
Bersifat
Selintas
Pesan-pesan
televisi hanya dapat dilihat dan didengar secara sepintas siarannya, tidak
dapat dilihat dan didengar ulang oleh pemirsa kecuali dalam hal-hal khusus
seperti adegan ulang secara lambat aau perekam video cassette reocorder
(VCR).
5.
In
House Production
Ada
beberapa cara untuk mendapatkan bahan baku stasiun penyiaran televisi.
- Membeli
- Produksi Sendiri atau In House Production
- Kerja Sama
- Blocking Time
- Hibah atau Bantuan
6.
Akuisisi
Program
Pembelian
program, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam pelaksanaan akuisisi,
pembelian program dari luar bisa dilakukan melalui berbagai pihak, seperti :
- Label
film
- Network atau broker film
- Production
house
- Individual
maker
Adapun cara pembelian yang serign dilakukan melalui cara
sebagai berikut :
- Beli
putus
- Beli
paket atau bundling
- Kerja
sama produksi atau lisensi
- Blocking
time
- Share
iklan
Ada beberapa perhelatan television broadcasting expo,
di mana salah satu agenda besarnya merupakan pertemuan antara pihak televisi
seagai buyer dan para agent yang memiliki lisensi beragam acara
televisi. Selepas pertemuan itu biasanya televisi akan segera memutuskan untuk
membeli program yang akan ditayangkan di televisi mereka.
7.
Production
House
Production house
(PH) Adalah perusahaan pembuatan rekaman video dan perusahaan pembuatan rekaman
audio yang kegiatan utamanya membuat
rekaman acara siaran, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
untuk keperluan lembaga penyiaran. PH memiliki beberapa karakteristik yang
berbeda dengan perusahaan lain, di antaranya :
- Masa
kerja realtif 24 jam sehari
- Tidak
bekerja berdasarkan birokrasi
- Aturan
luwes
- Demokratis
- Kreatif
- Saling
menghargai, saling percaya, dan saling pengertian di antara pimpinan dan
pelaksana.
C.
Strategi
Program
Faktor-faktor apa saja di dalam program yang harus
diketahui atau dipahami terlebih dahulu oleh pengelola program sebelum membuat
keputusan perencanaan program. Dalam hal ini terdapat beberapa hal yang harus
diperhitungkan sebelum memustukan untuk memproduksi, akuisisi, dan scheduling
suatu program.
1.
Perencanaan
Program
Ada lima hal
yang harus diperhatikan dalam menyiapkan program siara televisi, yaitu :
a.
Pola
Siaran
Sebelum siaran dijabarkan dalam sehari, seminggu, sebulan
dan setahun, maka harus diketahui dahulu berapa panjang durasi program yang
akan disesuaiakan dengan audiens dan kebijakan dari stasiun penyiaran. Begitu
juga model program seperti apa yang dikehendaki. Setelah itu dibuatlah polanya,
yaitu pola gambar menurut ukuran tadi. Pola kerja seorang penyusun program akan
terlebih dahulu mengumpulkan referensi-referensi yang diperlukan, pola siaran
ini dilakukan karena ada :
-
Kebijakan
siaran dari pimpinan stasiun penyiaran.
-
Tren
yang berkembang.
-
Jangkauan
siaran.
-
Hasil
penelitian (rating&share).
-
Distributor
bahan siaran.
Program siaran dapat ditonton oleh seluruh tingkat usia
terkecil hingga yang tua. Oleh sebab itu, sejauh mungkin isi siaran dapat
dijadikan acara yang menghibur. Penonton jangan dibuat takut atau sampai
traumatis. Pola siaran selalu dijadikan awal atau dasar dalam menyusun program.
Pola siaran merupakan pola penyusunan mata acara, yang memuat penggolongan,
kelompok hari, waktu, dan frekuensi siaran setiap mata acara dalam suatu
periode tertentu dan ini dijadikan panduan dalam penyelenggaraan siaran.
b.
Arahan
Pola Siaran
Untuk memolakan suatu acara siaran dibutuhkan wawasan
arahan penyiaran program. Dari arahan itu diharapkan akan kian memperkuat posisi
perusahaan atau instansi yang bersangkutan. Arahan penyiaran televisi juga
dimaksudkan sebagai rambu-rambu kebijakan pola siaran. Seperti stasiun televisi
swasta agar disenangi dan dihargai penonton, tidak terkesan hanya mengejar
keuntungan, perusahaan tersebut harus juga memikirkan pengaruh dari siarannya.
c.
Perubahan
Pola Acara
Pola acara siaran dapat diubah sesuai keadaan. Namun,
sebaiknya perubahan tidak sering dilakukan karena dapat mengurangi simpati
penonton. Penonton akan menilai stasiun tersebut tidak profesional dan itu bisa
berakibat penonton meninggalkan kanal atau siaran tersebut untuk berpindah ke
stasiun lain.
d.
Bahan
Program
Setiap kehidupan manusia dapat dijadikan bahan siaran,
tentang keharmonisan keluarga, kegagalan kehidupan keluarga, dan konflik
lainnya di luar rumah, semuanya bisa dijadikan bahan. Program musik dan komedi
bisa diketengahkan untuk hiburan yang membuat relaks.
e.
Sistem
Penempatan Program Siaran
Irwin Starr dan Shelley Markof yang pernah menjadi
pemimpin pada sejumlah stasiun di beberapa kota kecil dan menengah di Amerika
Serikat, menyatakan ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan setiap
pengelola media penyiaran ketika membuat perencanaan program.
-
Berpikir
seperti pemirsa.
-
Harus
mampu meyakinkan pemasang iklan.
-
Harus
menganggap waktu siaran bernilai penting setiap detiknya.
-
Berkompetisi
untuk merebut waktu orang lain untuk mau meyaksikan acaranya.
-
Media
penyiaran lokal harus pula berpikir lokal.
2.
Produksi
Program TV
Output stasiun penyiaran televisi, yaitu mata acara. Mata acara
inilah yang dijual kepada pelanggan, yaitu pemirsa televisi dan banyaknya
pemirsa yang menonton dan dijual kepada pemasang iklan. Mata acara televisi
komersial merupakan komoditas yang mengahsilkan revenue dari iklan yang
diperoleh dari pemasang iklan. Strategi programming berkonsentrasi tidak
hanya menampilkan acara yang menarik, tetapi juga berusaha agar pemirsa tetap
bertahan pada channel tersebut.
Jenis mata acara televisi antara lain drama, berita, olahraga,
musik, features, variety show, reality show, talk show, kuis, documentary,
kartun, infomercial, infotainment, dan lain-lain. Jadi, produk
sebenarnya yang ditawarkan kepada pelanggan untuk mendapatkan keuntungan adalah
jumlah pemirsa pada masing-masing mata acara.
Perencanaan program melibatkan berbagai keputusan,
berbagai aspek yang terlibat seperti nama program, cara penyajian program, dan
hal-hal yang terkait dengan pelayanan kepada audiens dan pemasangan iklan.
a.
Nama
Program
Memilih nama program merupakan penting ditinjau dari
prespektif promosi karena nama program berfungsi untuk menyampaikan atribut dan
makna. Dalam memilih nama suatu program, harus memposisikan di memori otak
audiens.
b.
Kemasan
Program
Adalah aspek lain dari strategi pemasaran yang perannya
semakin penting saat ini. Kemasan program menjadi penarik bagi konsumen untuk
memberikan perhatian pada suatu program, sehingga mampu memberikan kesan
pertama yang baik. Media penyiaran dapat mendesain kemasan produknya untuk
menyampaikan pesan promosi penjualan dengan menyisipkan undian berhadiah atau
konteks memperebutkan hadiah tertentu.
c.
Harga
Program
Harga program mencakup biaya produksi dan biaya atau
harga yang dikenakan kepada pemasangan iklan. Harga diharapkan tidak mahal,
namun menghasilkan keuntungan yang optimal. Elemen harga dalam bauran program
mengacu pada yang harus diberikan pemasang iklan media penyiaran untuk dapat
menempatkan iklannya pada suatu program yang biasanya menggunakan nilai uang.
d.
Distribusi
Program
Artinya bagaimana mengirimkan program dan kapan waktu
siaran yang tepat bagi program itu. Hal pertama, proses pengiriman program dari
transmisi hingga ke audiens melalui pesawat TV dan radio. Hal kedua, pemilihan
waktu siaran yang tepat bagi program. Program siaran harus dapat ditangkap
dengan baik oleh audiens, tidak ada gangguan yang dapat merusak kenyamanan
audiens saat mengkonsumsi suatu program.
e.
Promosi
Program
Merupakan upaya bagaimana memperkenalkan dan kemudian
menjual program, sehingga mendatangkan iklan. Dewasa ini, stasiun penyiaran
menggunakan berbagai instrumen promosi untuk menciptakan kesadaran dan
ketertarikan audiens dan pemasang iklan, baik terhadap program atau stasiun
penyiaran.
3.
Produksi
dan Pembelian Program
Stasiun televisi setiap harinya harus mengisi slot waktu
yang ada, menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya sangat banyak dan
jenisnya beragam. Pengelola stasiun penyiaran khususnya departemen program
dituntut memiliki daya kreasi yang seluas-luasnya untuk menghasilkan berbagai
program yang menarik dan berkualitas.
Bagian programming memiliki tugas untuk menentukan
presentase setiap jenis program. Selanjutnya secara spesifik disebut akuisisi
yang berfungsi untuk memilih materi-materi program yang dibutuhkan dengan
jumlah disesuaiakan dengan presentase tadi.
Bagian akuisisi memilih program dengan memperhitungkan
juga distributornya untuk melakukan negoisasi harga. Pengadaan bahan siaran
oleha bagian akuisisi dapat berupa materi dari dalam negeri maupun luar negeri.
Tentunya untuk menentukan hal tersebut telah diadakan
persiapan yang matang. Pembelian suatu mata acara dapat dilakukan berbagai
kesepakatan bagian programming
dapat dirundingkan atau negoisasi harga program.
Pada dasarnya bagian produksi menjadi bagian dari
departemen programming, namun pada stasiun TV besar bagian produksi
sudah menjadi bagian terpisah dari departemen programming, karena bagian
ini memiliki personalia dan sumber daya yang besar.
4.
Eksekusi
Program
Eksekusi program mencakup kegiatan menayangkan program
sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Manajer program melakukan
koordinasi dengan bagian traffic dalam menentukan jadwal penayangan dan
berkonsultasi dengan manajer promosi dalam mempersiapkan promo bagi program
yang bersangkutan. Manajer program juga perlu berkoordinasi dengan bagian
redaksi berita dalam hal program itu memerlukan liputan wartawan seperti
peristiwa khusus atau berita penting.
5.
Strategi
Penayangan
Program siaran tidak hanya bersaing dengan program siaran
sejenis tetapi juga dengan media lainnya. Head-Sterling menyatakan bahwa
stasiun televisi memiliki sejumlah strategi dalam upaya menarik audiens masuk
ke stasiun sendiri dan menahan audiens yang sudah ada untuk tidak pindah saluran
atau mencegah tidak terjadi aliran audiens keluar.
a.
Head
to Head
Suatu program yang memiliki audiens yang sama sebagaiman
yang dimiliki satu atau beberapa stasiun televisi sainga. Stasiun mencoba
menarik audiens dengan menyajikan program yang sama dengan stasiun saingan.
b.
Counter
Programming
Menarik audiens di stasiun saingan dengan cara
menjadwalkan suatu program yang memiliki daya tarik berbeda untuk menarik
audiens yang belum terpenuhi kebutuhannya.
c.
Blocking
Program
Audiens dipertahankan untuk tidak pindah saluran dengan
menyajikan acara yang sejenis selama waktu siaran tertentu. Misalnya program
sinetron atau drama komedi sepanjang malam.
d.
Pendahuluan
Kuat
Menyajikan program yang kuat pada permulaan segmen waktu
siaran, misalnya program berita lokal atau kriminalitas yang kuat pada awal
siaran sebagai pengantar menuju program berita naisonal atau acara lainnya.
e.
Strategi
Buaian
Meningkatkan jumlah audiens atas suatu program yang mulai
mengalami penurunan popularitas. Dengan menempatkan acara bersangkutan
ditengah-tengah, diantara dua program unggulan.
f.
Penghalang
(Stunting)
Strategi dengan cara melakukan perubahan jadwal program
secara cepat.
g.
Strategi
Lainnya
Dengan tetap mempertahankan program-program yang berhasil
pada posisinya sekarang.
6.
Pengawasan
dan Evaluasi
Proses pengawasan dan evaluasi menentukan seberapa jauh
suatu rencana dan tujuan sudah dapat dicapai oleh stasiun penyiaran,
departemen, dan karyawan. Pengawasan harus dilakukan berdasarkan hasil kerja
atau kinerja yang dapat diukur agar fungsi pengawasan dapat berjalan secara
efektif.
Misalnya, jumlah dan komposisi audiens yang menonton atau
mendengarkan program suatu stasiun penyiaran bersangkutan dapat diukur dan
diketahui melalui laporan riset rating. Jika jumlah audiens yang tertarik dan
mengikuti program stasiun penyiaran lebih rendah dari yang ditargetkan, maka
pengawasan mencakup kegiatan pengenalan terhadap masalah dan memberikan
pengarahan untuk dilakukan diskusi agar mendapatkan solusi.
D.
Special
Program
Special program adalah program yang ada pada tahun tertentu atau
pada hari-hari tertentu saja dengan durasi yang singkat dan tidak terlalu
detail. Program acara dibuat spesial untuk memeperingati suatu peristiwa atau
menyambut hari tertentu. Termasuk yang disiarkan secara bersama-sama. Program
acara kategori spesial biasanya ditayangkan sekali saja tetapi bisa jadi lebih
bila ada siaran ulang (re-run), dan dapat ditayangkan secara langsung atau tidak (siaran tunda).
1.
World
Cup
Acara ini sangat meriah dengan diikuti seluruh benua di
dunia dengan pembukaan yang meriah dan stasiun televisi melakukan promosi dari
jauh-jauh hari untuk menarik khalayak. Acara ini sangat diminati oleh banyak
stasiun televisi di Indonesia untuk mendapatkan hak siarnya.
2.
Hari
Ulang Tahun Televisi
Acara ulang tahun televisi akan dibuat semegah mungkin
dengan mendatangkan artis-artis papan atas, karena dapat meningkatkan minat
penonton terhadap stasiun televisi tersebut.
3.
Awarding
Program penghargaan penting bagi organisasi maupun
perorangan karena mencerminkan upaya untuk mempertahankan sdm sebagai komponen
utama dan merupakan komponnen biaya yang paling penting di industri
pertelevisian.
4.
Talent
Search
Program yang mencari-cari talenta-talenta terbaik
Indonesia. Acara ini juga dibuat oleh stasiun televisi untuk menarik minat
penonton untuk menyaksikan acara ini.
BAB 4
ANALISIS
A.
Persaingan
dan Industri Media
Setiap stasiun TV berlomba-lomba untuk menyuguhkan
program menarik untuk mendapatkan perhatian dari banyak pemirsa. Industri media
di Indonesia tidak pernah sama sejak munculnya televisi swasta di akhir dekade
1980-an. Untuk membaca gerak industri televisi komersial sejak awal
kemunculannya sampai sekarang, bisa kita baca dengan meminjam pisau analisis
yang diajukan Vincent Mosco dalam buku The Political Economy of
Communication (2009), yaitu komodifikasi, spasialisasi, dan strukturisasi.
Komodifikasi berkaitan dengan tiga hal: konten, audiens, dan pekerja.
Komodifikasi adalah proses mengubah nilai guna menjadi nilai tukar.
Pada awal kemunculan televisi swasta, tayangan-tayangan
yang menyerempet politik dilarang. Informasi politik terpusat pada di TVRI. Mau
tidak mau televisi swasta harus mengembangkan tayangan-tayangan nonpolitik dan
yang pasti, menghibur dan menghibur dan mengundang pengiklan. Proses modifikasi
juga berlangsung lebih cepat karena kemunculan televisi swasta di Indonesia
tidak berada dalam kerangka melakukan liberalisasi informasi melainkan untuk
mempertahankan dominasi rezim Orde Baru.
Spasialisasi merupak proses untuk mengatasi hambatan
ruang dan waktu dalam mekanisme produksi. Dalam kata lain, ia melipat ruang dan
waktu untuk melakukan akumulasi kapital. Proses ini dilakukan dengan dua cara,
horizontal dan vertikal.
Spasialisasi horizontal ketika pemilik modal
menggabungkan berbagai jenis media dalam satu kontrol kepemilikan. Sedangkan
spasialisasi vertikal ketika pemilik media menggabungkan perusahaan dari
berbagai jenis industri untuk mendapatkan kontrol atas proses produksi.
Strukturisasi mejelaskan proses pembentukan struktur
sosial oleh agen, di mana bagian-bagian dalam struktur tersebut saling
memepengaruhi masing-masing bagian serta struktur secara keseluruhan. Strukturisasi
menghasilkan serangkaian relasi kuasa maupun hubungan sosial, baik di antara
kelas, gender, ras, sampai ihwal gerakan sosial.
Ilustrasi sederhana yang menjelaskan konsep ini misalnya ketika
kita melihat istilah “frekuensi milik publik” hari-hari ini. Istilah tersebut sebenarnya memiliki
konsekuensi politik yang besar, karena membuat televisi sebagai penyewa
frekuensi memiliki tanggung jawab sosial untuk memproduksi tayangan-tayangan
yang memiliki manfaat atau tidak melanggar kepentingan publik. Demi mendapatkan
pemirsa yang banyak, selain mempertahankan kualitas stasiun TV juga harus
mempertahankan rating dan share acaranya dengan menghasilkan
berbagai acara berbeda dari segi kecepatan, program seperti ini juga rentan
menimbulkan kesalahan ataupun kekurangan dari segi analisis.
B.
Broadcasting
dan Narrowcasting
1.
Broadcasting
Secara umum dapat diartikan sebagai sarana atau
penyiaran. Di awal tahun 2000-an
industri broadcasting yang berkembang di Indonesia secara signifikan
walaupun wadah atau peluang untuk orang-orang broadcasting sampai saat
ini belum terlalu banyak. Broadcasting tidak hanya pada radio dan
televisi, seiring berkembangnya zaman,
internet, HP, TV Wall, dan jaringan-jaringan multimedia juga termasuk sarana
penyiaran.
a.
Broadcasting
Secara Umum
Di sini mempelajari bagaimana mempelajari praktik
bagaimana sebuah tayangan atau konten yang menarik dan dilihat atau didengar. Menurut
teori ilmu komunikasi, bagaimana pesan yang disampaikan sampai kepada khalayak
ramai atau umum. Karakteristik broadcasting antara lain, memberi informasi,
mendidik, dan menghibur. Broadcasting secara harfiah adalah proses
pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit,
radio, televisi, komunikasi data pada jaringan, dan lain sebagainya.
b.
Broadcasting
Televisi
Televisi memiliki karakteristik yang unik antara lain, pesan
yang disampaikan untuk khalayak luas, heterogen, tidak mengenal batas geografis
ataupun kultural, bersifat umum tidak ditunjukkan untuk pribadi, cepat,
selintas, berjalan satu arah, terorganisasi, periodik, dan terarah, serta
mencakup berbagai aspek kehidupan. Televisi menggabungkan antara media suara
dan gambar. Selain itu televisi bisa bersifat informatif, menghibur, mendidik,
politis, bahkan gabungan keempatnya.
Penyiaran tidaklah semata merupakan kegiatan ekonomi,
tetapi juga memiliki peran sosial yang tinggi sebagai komunikasi. Secara umum, broadcasting
merupakan bagian program acara dalam proses yang bertujuan untuk membujuk orang
untuk menghibur dan mengambil tindakan yang menguntungkan penyiaran. Terdapat
lima syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk
dapat terjadinya penyiaran. Kelima syarat itu jika diurutkan berdasarkan
apa yang pertama kali harus diadakan, sebagai berikut :
·
Harus
tersedia spektrum frekuensi radio.
·
Harus
ada sarana pemancaran (transmisi).
·
Harus
adanya perangkat penerima siaran (receiver).
·
Harus
adanya siaran program atau acara.
·
Harus
dapat diterima secara serentak atau bersamaan.
c.
Contoh
Broadcasting
·
Dari
broadcasting ini mencangkup pertelevisian dan siaran radio. Misalnya
stasiun pertelevisian menyiarkan suatu program, yaitu acara-acara yang mencakup
semua program seperti berita, variety show, perfilm-an, dan lain-lain.
Di pertelevisian sendiri terdiri dari, presenter, wartawan media, cameraman,
editor, anchor, script writer.
·
Untuk
radio sendiri menyiapkan sebuah saluran frekuensi radio menyiapkan sebuah
penyiar dan mixer sebagai alat untuk mengatur suara, untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan
radiasi elektromagnetik.
d.
Study
Kasus Broadcasting
Broadcaster terbesar di New Zealand dan satu-satunya TV broadcast di negara
tersebut. Hanya mengoperasikan 4 channels, diantaranya TV1 dan TV2, dan
dua digital channels, TV6 dan TV7. Kehadiran di online dan
penawaran TV di dalam permintaan website
mereka. meningkatkan kompetisi dari
sumber media baru seperti melalui PC dan
perangkat gadget lainnya, artinya itu
penting untuk para broadcaster. Kode televisi commersial kata
akurat dan bahwa sudut pandang termasuk dalam program tidak salah mengartikan.
Materi yang berkaitan dengan urusan pribadi atau seseorang tidak harus
disiarkan, kecuali ada persetujuan atau alasan kepentingan umum.
2.
Narrowcasting
Narrowcasting adalah menyampaikan konten yang ditargetkan melalui
sistem penyiaran, tetapi diarahkan kepada khalayak tertentu yang sempit. Konsep
narrowcasting dalam beriklan di media telepon seluer, yang berati
periklanan seluler tersebut menjangkau orang-orang yang spesifik dengan hasil
yang lebih efektif dan dengan cost yang relatif lebih sedikit.
Narrowcasting adalah istilah yang merujuk pada informasi, program,
atau iklan, yang ditunjukan kepada segment yang lebih spesifik. Media
komunitasc juga berideologi narrowcasting serung pada media narrowcast sebagai
alat iklan komersial karena akses ke konten tersebut menyiratkan paparan calon
penonton konsumen tertentu jelas.
Narrowcasting juga kadang-kadang digunakan untuk podcasting
karena penonton untuk podcast sering spesifik dan tajam didefinisikan.
Pendekatan narrowcasting terfokus pada topik tertentu, sedangkan program
siaran memiliki cakupan yang lebih luas dari topik yang luas.
a.
Kelebihan
dan Kelemahan Narrowcasting
Narrowcasting berkembang dalam bentuk narrowcasting interaktif.
Narrowcasting interaktif memungkinkan pembeli memengaruhi konten yang
ditampilkan melalui narrowcasting. Keuntungannya mereka lebih efektif
dan lebih murah dari waktu ke waktu.
Adapun kekurangan media TV, yaitu kita hanya dapat
mengingat acara kesukaan kita saja, informasi yang disajikan tersebut bersifat
global yang terkadang tidak disiarkan secara mendetail.
b.
Contoh
Narrowcasting
Menggunakan media penyiaran untuk menarik audiens yang
mempunyai minat tertentu. Sebagai contoh, “Food from Jawa” adalah suatu narrowcast
karena kata tersebut mempunyai minta untuk makanan.
c.
Study
Kasus Narrowcasting
Salah satu channel stasiun TV bersifat narrowcasting
terbesar dunia, yaitu NBA TV. Dengan kepermilikan langsung Olen franchise
NBA (National Basketball Association), salah satu liga basket terbesar
di seluruh dunia. Dioperasikan oleh Turner Broadcasting System yang mana juga
disubsidi oleh Time Warner NBA juga menggunakan laringan ‘out-of-market
sports package’ sebagai jalur advertising, di antaranya adalah NBA league
pass, yaitu situs untuk menonton pertandingan langsung mereka lewat jalur streaming,
dan juga kerja sama berpartner dengan channel ABC dan TNT. Di dalam isi
program channel-nya sendiri juga benar-benar untuk olahraga bola basket
seperti siaran LIVE pertandingan, analisis masing-masing tim atau pemain,
biografi atlet, dokumentasi, dan program lainnya yang menyangkut olahraga bola
basket. Di dalamnya pun benar-benar tidak ada iklan atau advertising
sama sekali.
C.
Plotting
Program Reguler dan Prime Time
Menentukan jadwal penayangan suatu acara ditentukan atas
dasar perilaku audiens, yaitu rotasi kegiatan mereka dalam satu hari dan juga kebiasaan
untuk menonton televisi. Berdasarkan pembagian siklus aktivitas audiens, waktu
siaran dibagi menjadi lima waktu. Secara umum, programmer membagi siaran menjadi
beberapa bagian, yaitu :
1.
Prime
time : Jam 18.00 - 23.00
2.
Late
fringe time : Jam 23.00 - 01.00
3.
All
other time : Jam 01.00 - 10.00
4.
Day
time : Jam10.00 – 16.30
5.
Fringe
time : Jam 16.30 - 18.00
Prime time merupakan waktu siaran televisi yang paling banyak menarik
penonton. Selain itu, penonton yang berada pada segmen ini sangat beragam (tua,
muda. anak-anak, dan sebagainya). Stasiun televisi biasanya menempatkan acara
unggulan pada segmen karena jumlah audiens yang paling besar.
Other time untuk akhir pekan mulai dari pukul 01.00 - 07.00 atau berakhir lebih cepat 3 jam dibandingkan hari biasa. Hal ini menunjukkan bahwa audiens cukup banyak menonton televisi pada pagi hari di hari Sabtu dan Minggu.
Day time pada saat akhir pekan dimulai pukul 08 00 hingga pukul 18.00 pada hari Sabtu atau berakhir lebih awal pada hari
Minggu. Akibat biaya yang besar, maka stasiun televisi pada umumnya
tidak dapat menyajikan program terbaiknya setiap hari. Strategi stasiun televisi untuk segmen utama ini biasanya
bersifat mingguan (weekly
basis).
Programmer menghindari penempatan program unggulan yang
ditayangkan pada hari yang sama atau bersarmaan dengan program stasiun lain. Dengan cara ini, stasiun
televisi dapat memenangkan seluruh waktu ketika tiba saatnya menayangkan program unggulannya dalam hal rating dan share.
1.
Membaca
Selera Audiens
a.
Audiens
Televisi pada Siaran Pagi Hari
Untuk mengetahui program siaran pagi hari, kita
perlu merperhatikan apa saja kegiatan orang-orang pada pagi hari. Pertanyaannya
apakah orang pada waktu itu memililki waktu untuk membuka saluran pesawat televisinya?
Berdasarkan data dari Nielsen, dominasi orang yang menonton program pukul 06.00
– 09.00 diperlukan acara untuk kalangan menengah yang membutuhkan informasi
seperti info belania, hiburan ringan, dan lagu-lagu favorit.
b.
Selera
Audiens pada Siang Hari
Program televisi tengah hari sangat cocok untuk
acara pemberitaan dan talk show. Alasannya informasi hangat ditunggu
pemirsa karena mereka ingin tahu berbagai peristiwa yang terjadi pada pagi
sampal tengah hari.
c.
Selera Audiens pada Sore Hari
Program berita dapat dimunculkan lagi pada sore hari, di samping acara-acara kuis, kartun anak, dan lain sebagainya. Olahraga juga dapat dijadikan alternative, yaitu yang favorit disukai oleh masyarakat luas, seperti sepak bola, bulu tangkis, bola basket, balap mobil, dan lain sebagainya.
d.
Selera
Audiens pada Malam Hari
Program acara malam hari dapat dikonsentrasikan pada acara-acara yang unggulan. Program yang ditampilkan pada prime time bisa variatif, bisa berisi sinetron, film, variety show, dan talk show. Pengertian prime time ini adalah jumlah penonton televisi yang sangat banyak,
khususnva untuk di Indonesia program yang paling dominan pada prime time dan menghasilkan rating yang besar sampai saat ini adalah program sinetron.
e. Selera Audiens pada Siaran Larut Malam
Program acara larut malam dapat diisi dengan acara-acara yang tenang dan sasarannya
penonton usia dewasa, tengah baya, lanjut usia dengan kelas menengah ke atas.
Berita larut malam banyak
ditunggu oleh penonton yang belum
menyaksikan
berita sore hari, atau bahkan tidak bisa tertidur.
2.
Audiens
Televisi
Secara
harfiah, audiens sama saja dengan khalayak. Audiens adalah sekumpulan orang
yang menjadi pembaca, pendenqar, dan pemirsa berbagai media atau komponen
beserta isinya, seperti pendengar radio dan penonton televisi. Audiens
terbentuk karena adanya media. Secara perlahan-lahan masyarakat membentuk suatu
hal yang kita sebut dengan audiens. Secara historis, audiens terbentuk karena adanya
gagasan tentang publik yang pada akhirnya berkembang hingga sekarang. Media membentuk
audiens merjadi beberapa bagian berdasarkan minat, pendidikan, umur, sosial,
agama, dan juga politik. Sering kali audiens digunakan sebagai alat dalam
membangun pamor politik.
a.
Fungsi
Audiens di Program TV
- Audiens
sebagai kumpulan penonton.
- Audiens
sebagai massa.
- Audiens
sebagai publik atau kelompok sosial.
- Audiens
sebagai pasar.
b.
Segmentasi
Penonton
Demografis penonton didasarkan pada peta
kependudukan. Beberapa aspek penting dalam segmentasi penonton :
- Usia
- Jenis
kelamin
- Pekerjaan
- Pendidikan
- Pendapatan
- Agama
- Suku atau kebangsaan
c.
Segmentasi
Geografis
Segmentasi geografis dibagi menurut tempat terkait dengan
tata letak daerah. Masyarakat di wilayah tertentu berbeda kebutuhannya dengan
masyarakat di wilayah lainnya. Hal ini merupakan strategi yang berguna bagi
banyak pelaku pemasaran.
d.
Segmentasi
Geo-Demografis
Segmentasi geo-demografis adalah segmen hybrid, di
mana pasar secara umum membentuk segmen pasar dengan kombinasi beberapa
variabel segmen berdasarkan sebuah segmen tunggal. Mereka yang menempati
geografis yang sama, cenderung memiliki karakter demografis yang sama pula.
e.
Segmentasi
Behavioral
Segmentasi ini terkait dengan tingkah laku
konsumen. Segmentasi behavioral mengelompokkan penonton berdasarkan perilaku,
pengetahuan, sikap atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Seperti bagaimana
sikap terhadap penggunaan status, perilaku menghadapi setiap peristiwa,
bagaimana menyikapi potensial keuntungan yang akan diperoleh, dan lain
sebagainya.
f.
Elemen
Keberhasilan Program
- Konflik
- Durasi
- Kesukaan
- Konsisten
- Energi
D. Rating dan Share
Berkaitan
dengan persaingan yang ketat pada industri media, rating sebagai bagian
dari neoliberal untul mendapatkan evaluasi tercepat tentang produknya, bagi
stasiun televisi komersial menjadi sangat penting.
Rating didapat melalui riset terhadap penonton televisi
yang sifatnya cair. Kalau jumlah pembaca surat kabar dapat diketahui dari
berapa ekslempar koran yang terjual, sedangkan untuk mengetahui berapa penonton
setiap program televisi jauh lebih rumit. Maksud dari sifat yang cair, penonton
televisi dapat berpindah-pindah dengan menggunakan remote control. Riset
rating meneliti tindakan penonton televisi yang meliputi hal-hal berikut
:
- Menonton program televisi seberapa lama.
- Mengganti channel ke program saluran televisi apa.
- Berapa banyak penonton televisi menyaksikan suatu
program.
- Klasifikasi penonton televisi dominan yang
menyaksikan suatu program.
- Berapa nilai iklan oer audiensi dapat diukur
(CPRP).
E. Tugas dan Peran Public Relations Media TV
1.
Tujuan
Public Relation
Humas
memiliki ruang lingkup kerja mengenai kegiatan yang berkaitan dengan communication,
community relations, corporate ralations, dan media relations dalam
upaya membangun Corporate Image. Peran humas bertujuan untuk
menciptakan, memelihara, dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan pihak
lain, yaitu publik. Menurut Dominick,
humas mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Humas memiliki kaitan erat dengan opini publik.
b. Humas memiliki kaitan erat dengan komunikasi.
c. Humas merupakan fungsi manajemen.
2.
Pemilihan
Media
Media
penyiaran memerlukan strategi merebut audiens yang benar-benar terarah. Salah
satu strategi merebut bagia programming agar setiap programnya dapat
tepat sasaran dan ditonton oleh audiens adalah mengadakan promosi program
secara berkala atau berkesinambungan dari berbagai arah. Bagian promosi
merupakan bagian dari programming, biasanya terdiri dari dua bagia
besar, yaitu :
a.
Promo
On Air
Maksud dari promotion on air adalah segala
sesuatu yang dijadikan promosi oleh stasiun penyiaran khususnya bagian programming
dengan menggunakan fasilitas layar televisi.
· Trailer
· Treaser
·
Promo
Still Photo
·
Promo
Program
· Running Text
· Supper Impose
b.
Promo
Off Air
Adalah promosi program televisi yang tidak
menggunakan layar TV sebagai media promosinya. Hal ini perlu dilakukan untuk
meramaikan persaingan dengan kompetitor.
·
Media
Cetak
·
Internet
·
Pamflet
atau Brosur
·
Spanduk
3.
Kegiatan
Public Relations
Kegiatan
public relations adalah upaya mengelola media penyiaran untuk membentuk
presepsi masyarakat atas media penyiaran. Kegiatan PR ditunjukan kepada segala
altivitas uang ditunjukan untuk membentuk presepsi yang dikehendaki.
Dalam
upaya meningkatkan promosi terhadap media penyiaran melalui kegiatan PR ini,
maka media penyiaran dapat melakukan sejumlah kegiatan, sebagai berikut :
a.
Jumpa
Pers
b. Kehadiran orang terkenal atau Jumpa Fans
c. Menonton Program Bersama
d.
Pelayanan
Masyarakat
Berbagai aktivitas
yang dapat dilakukan humas stasiun televisi adalah :
1.
Konferensi
pers (press conference) atau jumpa pers, yaitu suatu pertemuan khusus
dengan pihak media lainnya yang bersifat resmi yang diselenggarakan oleh Public
Relation Officer (PRO) yang sekaligus bertindak sebagai narasumber dalam
upaya menjelaskan suatu permasalahan yang sedang dihadapi, peristiwa atau
kegiatan penting dan besar yang akan atau sudah dilakukan perusahaan.
2. Wisata pers (press tour), yaitu dengan
mengajak wartawan dari berbagai media massa yang telah dikenal baik untuk
mengikuti perjalanan pejabat atau pimpinan perusahaan keluar kota selama lebih
satu hari. Tujuan agenda ini, yaitu untuk meliput secara langsung mengenai
perjalanan atau kegiatan yang dilakukan oleh pejabat atau perusahaan tersebut.
3. Resepsi pers (press reception), yaitu dengan
mengundang wartawan dalam sebuah resepsi atau acara, baik formal maupun informal yang sengaja
diadakan untuk para pemburu berita.
4.
Taklimat
pers (pers briefing), yaitu suati jumpa pers resmi yang diselenggarakan
secara periodik pada awal atau akhir program. Di dalamnya menjelaskan
program-program baru yang menjadi unggulan stasiun TV. Gunanya agar wartawan
bisa menyebar berita tersebut kepada khalayak.
Risma Rahmania
TV Programming
Smt 4

Komentar
Posting Komentar